Ibu bayi kembar 3 terpaksa ditahan dirumah sakit karena tidak punya uang
Ibu bayi kembar 3 terpaksa ditahan dirumah sakit karena tidak punya uang
Usai melahirkan anak kembar tiga, Ruth Katawariana tidak bisa meninggalkan rumah sakit. Ini karena dia tak punya uang untuk melunasi biaya persalinan dan perawatan di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Saat ini Ruth mengharapkan bantuan pemerintah maupun dermawan.
“Sebenarnya saya ingin bawa bayi saya pulang, tapi saya tidak punya uang. Untuk sementara, saya terpaksa masih di rumah sakit,” kata Ruth di Pulau Punjung, Rabu.
Bayi yang diberi nama Viona, Viony dan Viola itu masih dirawat secara intensif karena berat badan mereka belum normal.
“Berat bayi saya hanya 1,3 kilogram, dan masih di dalam inkubator dan dipasangi selang infus,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak memiliki keluarga karena baru menetap selama delapan bulan di Kabupaten Dharmasraya, tepatnya di Nagari (Desa Adat) Gunung Medan, Kecamatan Sitiung.
“Semua keluarga saya di Medan. Awalnya saya tinggal di Nagari Gunung Medan bersama suami, namun tidak berselang lama suami pergi meninggalkan saya entah ke mana,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Sungai Dareh, Chusnul Chotimah menjelaskan, saat ini tiga bayi kembar berjenis kelamin perempuan itu menjalani perawatan secara intensif.
“Kami memberikan pertolongan mulai dari persalinan hingga perawatan tiga bayi kembar ini. Mengenai urusan biaya nanti dicarikan solusi, terpenting saat ini diberikan pertolongan kepada bayi dan ibu bayi,” ungkapnya.
Terkait biaya persalinan, katanya pihak RSUD tengah mengupayakan Ruth masuk ke dalam program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang digagas pemerintah setempat.
Selain itu juga mengupayakan bantuan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya.
“Kami bantu koordinasikannya dengan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, dan Baznas untuk mendapatkan bantuan, saat ini masih menyiapkan berkas,” ujarnya.
Usai melahirkan anak kembar tiga, Ruth Katawariana tidak bisa meninggalkan rumah sakit. Ini karena dia tak punya uang untuk melunasi biaya persalinan dan perawatan di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Saat ini Ruth mengharapkan bantuan pemerintah maupun dermawan.
“Sebenarnya saya ingin bawa bayi saya pulang, tapi saya tidak punya uang. Untuk sementara, saya terpaksa masih di rumah sakit,” kata Ruth di Pulau Punjung, Rabu.
Bayi yang diberi nama Viona, Viony dan Viola itu masih dirawat secara intensif karena berat badan mereka belum normal.
“Berat bayi saya hanya 1,3 kilogram, dan masih di dalam inkubator dan dipasangi selang infus,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak memiliki keluarga karena baru menetap selama delapan bulan di Kabupaten Dharmasraya, tepatnya di Nagari (Desa Adat) Gunung Medan, Kecamatan Sitiung.
“Semua keluarga saya di Medan. Awalnya saya tinggal di Nagari Gunung Medan bersama suami, namun tidak berselang lama suami pergi meninggalkan saya entah ke mana,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Sungai Dareh, Chusnul Chotimah menjelaskan, saat ini tiga bayi kembar berjenis kelamin perempuan itu menjalani perawatan secara intensif.
“Kami memberikan pertolongan mulai dari persalinan hingga perawatan tiga bayi kembar ini. Mengenai urusan biaya nanti dicarikan solusi, terpenting saat ini diberikan pertolongan kepada bayi dan ibu bayi,” ungkapnya.
Terkait biaya persalinan, katanya pihak RSUD tengah mengupayakan Ruth masuk ke dalam program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang digagas pemerintah setempat.
Selain itu juga mengupayakan bantuan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya.
“Kami bantu koordinasikannya dengan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, dan Baznas untuk mendapatkan bantuan, saat ini masih menyiapkan berkas,” ujarnya.

Komentar
Posting Komentar