Dua sejoli dilaporkan karena buat aksi porno
Dua sejoli
dilaporkan karena buat aksi porno
Beritaterkinidanterupdate.com - Aparat
Polres Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur menerima laporan terjadinya kasus
porno aksi di salah satu ruang kantor Pemkab Pamekasan yang dilakukan seorang
warga. Laporan itu didapatkan dari tokoh setempat.
Ia menjelaskan, dalam laporan itu, pelapor juga menyertakan bukti rekaman video yang kini marak beredar luas melalui jejaring sosial. Dalam rekaman video itu, terlihat bahwa pelaku dua orang, yakni seorang perempuan berjilbab, dan pasangannya merupakan seorang laki-laki.
Selain tidak pantas, karena dilakukan di tempat umum, yakni kantor pemerintahan, peredaran video yang berisi rekaman yang tidak senonoh itu oleh kedua orang itu, dinilai meresahkan.
Apalagi, tindakan keduanya dilakukan di tempat umum, yakni di ruang tunggu Pemkab Pamekasan. Osa Maliki menjelaskan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Sebagai institusi penegak hukum, kita tidak akan menolak laporan, saat ini masih dalam penyelidikan," ujar mantan KBO Reskrim Polres Pamekasan itu.
Identitas pelaku dalam kasus porno aksi di lingkungan Pemkab Pamekasan itu sangat jelas, baik pelaku perempuan maupun pelaku laki-laki. Hanya saja, Osa tidak bersedia menjelaskan, nama detail dan alamat keduanya dengan dalih untuk menjaga etika dan kepentingan penyidikan petugas.
Ia menjelaskan, dalam laporan itu, pelapor juga menyertakan bukti rekaman video yang kini marak beredar luas melalui jejaring sosial. Dalam rekaman video itu, terlihat bahwa pelaku dua orang, yakni seorang perempuan berjilbab, dan pasangannya merupakan seorang laki-laki.
Selain tidak pantas, karena dilakukan di tempat umum, yakni kantor pemerintahan, peredaran video yang berisi rekaman yang tidak senonoh itu oleh kedua orang itu, dinilai meresahkan.
Apalagi, tindakan keduanya dilakukan di tempat umum, yakni di ruang tunggu Pemkab Pamekasan. Osa Maliki menjelaskan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Sebagai institusi penegak hukum, kita tidak akan menolak laporan, saat ini masih dalam penyelidikan," ujar mantan KBO Reskrim Polres Pamekasan itu.
Identitas pelaku dalam kasus porno aksi di lingkungan Pemkab Pamekasan itu sangat jelas, baik pelaku perempuan maupun pelaku laki-laki. Hanya saja, Osa tidak bersedia menjelaskan, nama detail dan alamat keduanya dengan dalih untuk menjaga etika dan kepentingan penyidikan petugas.

Komentar
Posting Komentar