Inul vista Kediri membantah kalau sediakan penari telanjang
Inul vista Kediri membantah
kalau sediakan penari telanjang
Beritaterkinidanterupdate.com
- Pasca penyegelan oleh Polda Jatim, pihak manajemen karaoke
keluarga Inul Vizta di Kediri Mal akhirnya angkat bicara. Pihak manajemen
mengaku belum mengetahui kesalahannya sehingga terjadi penyegelan yang
mengakibatkan tidak bisa beroperasinya tempat karaoke tersebut.
Windi bercerita perihal penangkapan salah seorang tamunya tersebut. Kamis (13/7) pukul 22.OO WIB ada dua orang tamu laki-laki yang datang untuk berkaraoke. Mereka sebelum datang sudah memboking tempat terlebih dahulu. Keduanya memesan room deluxe karena akan ada temannya yang datang.
Pukul OO.3O WIB, sewaktu pegawai Inul Vizta persiapan closing, datang sebanyak tujuh sampai sembilan orang tamu lagi. Terdiri dari satu orang perempuan, dan sisanya laki-laki. Kepada pegawai Inul Vizta mereka mengaku sedang mencari seseorang yang berada di room dua (deluxe).
"Karena kita sudah mau closing, maka waiters kami bertanya kepada ibu itu. Mereka mengaku tujuannya ke Inul Vizta akan mencari temannya sedang karaoke di room dua. Ibu itu sudah tahu tetang orang yang dicarinya itu. Petugas kami mengantarkan ke room yang dimaksud. Petugas kami hanya mengantarkan sampai di depan room. Apa yang terjadi di dalam itu sudah di luar kewenangan kami," jelas Windi.
Tidak lama berada di dalam room dua, imbuh Windi, sembilan orang yang baru saja masuk itu keluar bersama tamu yang sebelumnya di dalam ruangan. Ternyata yang dating terakhir adalah dari polda jatim dan mereka menangkap tamu-tamu kami, kami juga tidak tahu apa kesalahan mereka.
Selain itu Windi juga membantah, Inul Vizta Kediri menyediakan perempuan maupun penari telanjang serta menyediakan minuman keras. Kalaupun ada minuman keras di dalam ruang karaoke keluarga ini, menurutnya, karena ada tamu yang bandel dengan menyembunyikan miras saat masuk ke dalam room.
Seperti diberitakan sebelumnya Polda Jatim menggerebek Inul Vizta Karaoke Keluarga di lantai 5 Kediri Mall Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri. Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 1O orang yang diduga terlibat praktik gelaran penari telanjang atau striptis.
Windi bercerita perihal penangkapan salah seorang tamunya tersebut. Kamis (13/7) pukul 22.OO WIB ada dua orang tamu laki-laki yang datang untuk berkaraoke. Mereka sebelum datang sudah memboking tempat terlebih dahulu. Keduanya memesan room deluxe karena akan ada temannya yang datang.
Pukul OO.3O WIB, sewaktu pegawai Inul Vizta persiapan closing, datang sebanyak tujuh sampai sembilan orang tamu lagi. Terdiri dari satu orang perempuan, dan sisanya laki-laki. Kepada pegawai Inul Vizta mereka mengaku sedang mencari seseorang yang berada di room dua (deluxe).
"Karena kita sudah mau closing, maka waiters kami bertanya kepada ibu itu. Mereka mengaku tujuannya ke Inul Vizta akan mencari temannya sedang karaoke di room dua. Ibu itu sudah tahu tetang orang yang dicarinya itu. Petugas kami mengantarkan ke room yang dimaksud. Petugas kami hanya mengantarkan sampai di depan room. Apa yang terjadi di dalam itu sudah di luar kewenangan kami," jelas Windi.
Tidak lama berada di dalam room dua, imbuh Windi, sembilan orang yang baru saja masuk itu keluar bersama tamu yang sebelumnya di dalam ruangan. Ternyata yang dating terakhir adalah dari polda jatim dan mereka menangkap tamu-tamu kami, kami juga tidak tahu apa kesalahan mereka.
Selain itu Windi juga membantah, Inul Vizta Kediri menyediakan perempuan maupun penari telanjang serta menyediakan minuman keras. Kalaupun ada minuman keras di dalam ruang karaoke keluarga ini, menurutnya, karena ada tamu yang bandel dengan menyembunyikan miras saat masuk ke dalam room.
Seperti diberitakan sebelumnya Polda Jatim menggerebek Inul Vizta Karaoke Keluarga di lantai 5 Kediri Mall Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri. Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 1O orang yang diduga terlibat praktik gelaran penari telanjang atau striptis.

Komentar
Posting Komentar