Istri jendral menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya
Istri
jendral menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya
Beritaterkinidanterupdate.com - Joice
Onsay Warouw hanya bisa menyesal setelah diperiksa kepolisian atas insiden
penamparan terhadap petugas Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara. Insiden
memalukan dilakukan karena tidak terima saat diminta melepas arloji di
tangannya ketika diperiksa sebelum terbang menuju Jakarta.
Akibatnya, Joice dilaporkan petugas bandara ke kepolisian Polres Manado. Tidak mau kalah, istri Brigjen Purn Johan Sumampouw, itu juga melaporkan balik karena merasa mendapat perlakukan tidak menyenangkan.
Kepolisian langsung merespon cepat. Peristiwa penamparan pada Rabu (5/7) lalu, ditindak. Joice diperiksa Polres Manado di Polda Metro Jaya, lantaran tengah berada di Ibu Kota. Selama pemeriksaan beberapa jam, Joice ditemani sang suami. Dia juga mengaku menyesal dan meminta maaf atas kejadian itu.
Akibatnya, Joice dilaporkan petugas bandara ke kepolisian Polres Manado. Tidak mau kalah, istri Brigjen Purn Johan Sumampouw, itu juga melaporkan balik karena merasa mendapat perlakukan tidak menyenangkan.
Kepolisian langsung merespon cepat. Peristiwa penamparan pada Rabu (5/7) lalu, ditindak. Joice diperiksa Polres Manado di Polda Metro Jaya, lantaran tengah berada di Ibu Kota. Selama pemeriksaan beberapa jam, Joice ditemani sang suami. Dia juga mengaku menyesal dan meminta maaf atas kejadian itu.
Kuasa hukum Joice, Lisye, menegaskan kliennya telah menyesal
telah menampar petugas bandara. Selama pemeriksaan, kepolisian banyak
mempertanyakan soal kronologis kejadian. "Seputar kronologis kejadian.
Semua sudah kami sampaikan," ujar Lisye.
Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen
Rikwanto, menjelaskan, ada 18 pertanyaan dicecar kepada Joice terkait peristiwa
itu. Dari pemeriksaan, terungkap bahwa Joice tengah tergesa-gesa sehingga
melakukan penamparan.
"Tadi ada 18 pertanyaan di antaranya latar belakang dapat informasi yang bersangkutan ini memang ke Manado berkaitan berkunjung ke orangtuanya lagi sakit. Orangtua laki-laki sakit keras, setelah beberapa waktu akan kembali kebetulan jamnya mepet segera naik pesawat. Sehingga waktu akan memeriksa tasnya lewat sekuriti di situ jamnya terlupa untuk dilepas. Dan di situlah terjadi sehingga terjadi pemukulan," jelas Rikwanto.
Atas insiden itu, Joice telah menyesal dan meminta maaf. Namun, Rikwanto menjelaskan, kalau proses hukum tetap berjalan bila pelapor masih merasa tidak terima. "Kalau proses hukum tetap berjalan yang disampaikan oleh pelapor. Kita lihat ke depan, apakah pelapor ini tetap kukuh kepada tuntutannya atau sudah melihat ibu ini minta maaf dan menyesali dan mungkin berubah silakan itu masing-masing pihak saja," terangnya.
"Tadi ada 18 pertanyaan di antaranya latar belakang dapat informasi yang bersangkutan ini memang ke Manado berkaitan berkunjung ke orangtuanya lagi sakit. Orangtua laki-laki sakit keras, setelah beberapa waktu akan kembali kebetulan jamnya mepet segera naik pesawat. Sehingga waktu akan memeriksa tasnya lewat sekuriti di situ jamnya terlupa untuk dilepas. Dan di situlah terjadi sehingga terjadi pemukulan," jelas Rikwanto.
Atas insiden itu, Joice telah menyesal dan meminta maaf. Namun, Rikwanto menjelaskan, kalau proses hukum tetap berjalan bila pelapor masih merasa tidak terima. "Kalau proses hukum tetap berjalan yang disampaikan oleh pelapor. Kita lihat ke depan, apakah pelapor ini tetap kukuh kepada tuntutannya atau sudah melihat ibu ini minta maaf dan menyesali dan mungkin berubah silakan itu masing-masing pihak saja," terangnya.

Komentar
Posting Komentar