Kekeringan bikin petani di Aceh mengeluarkan uang lebih banyak
Kekeringan
bikin petani di Aceh mengeluarkan uang lebih banyak
Beritaterkinidanterupdate.com - Petani di Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Glie, Kabupaten
Aceh Besar terpaksa harus merogoh kocek lebih lantaran kekeringan sejak dua
bulan terakhir ini. Sebab, mereka mesti membeli bahan bakar minyak supaya pompa
bisa hidup dan mengaliri air ke sawah.
Ada enam pompa dipergunakan menyedot air dari Sungai Krueng Kimeureu untuk mengaliri air ke sawah seluas 60 hektare. Mereka bahu-membahu secara bersama-sama mengaliri air ke sawah.
Setiap harinya, mereka membutuhkan dana Rp 1 juta untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk membeli BBM agar mesin pompa air bisa setiap hari mengaliri air ke sawah, petani memilih patungan.
Kepala Desa Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Mustafa yang juga petani setempat mengatakan, kemarau ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.
Katanya, biasanya petani tanam padi pada Oktober hingga Februari, karena pada bulan tersebut ada turun hujan. Sehingga petani tidak perlu kesusahan mendapatkan air seperti sekarang harus disedot dengan pompa dari sungai berjarak sekitar 200 hingga 500 meter.
Mustafa mengaku, hal yang dikeluhkan oleh petani sekarang bukan perkara tidak ada air. Akan tetapi, susahnya membeli BBM dari pertamina. Karena pihak SPBU tidak memberikan beli BBM lebih dari dua jerigen.
Ada enam pompa dipergunakan menyedot air dari Sungai Krueng Kimeureu untuk mengaliri air ke sawah seluas 60 hektare. Mereka bahu-membahu secara bersama-sama mengaliri air ke sawah.
Setiap harinya, mereka membutuhkan dana Rp 1 juta untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk membeli BBM agar mesin pompa air bisa setiap hari mengaliri air ke sawah, petani memilih patungan.
Kepala Desa Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Mustafa yang juga petani setempat mengatakan, kemarau ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.
Katanya, biasanya petani tanam padi pada Oktober hingga Februari, karena pada bulan tersebut ada turun hujan. Sehingga petani tidak perlu kesusahan mendapatkan air seperti sekarang harus disedot dengan pompa dari sungai berjarak sekitar 200 hingga 500 meter.
Mustafa mengaku, hal yang dikeluhkan oleh petani sekarang bukan perkara tidak ada air. Akan tetapi, susahnya membeli BBM dari pertamina. Karena pihak SPBU tidak memberikan beli BBM lebih dari dua jerigen.

Komentar
Posting Komentar