Kompaknya Megawati, Jokowi, JK hingga MPR pindahkan ibu kota di 2018
Kompaknya Megawati, Jokowi, JK hingga MPR pindahkan ibu kota di 2018
Beritaterkinidanterupdate.com
- Wacana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan Ibu Kota negara, tampaknya
bukan hanya sekedar wacana. Niat Presiden Jokowi itu kini sedang dibahas oleh
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Ditargetkan rencana
pemindahan rampung tahun ini sehingga pada 2018 atau 2019 sudah bisa
dieksekusi.
"Masih dibahas di
Bappenas," ujar Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Istana Kepresidenan, Jakarta,
Rabu (9/4).
Dalam wacana pindahnya
Ibukota tersebut, ada dua kota disebut-sebut akan menjadi pengganti Jakarta
yakni Sampit, Kalimantan Tengah dan Pangkalanbun, Kotawaringin Barat. Saat
dikonfirmasi mengenai kedua kota tersebut, Andi menyerahkan hal itu kepada
Bappenas.
"Silakan ditanyakan
(ke Bappenas)," ujarnya.
Gubernur Kalimantan
Tengah, Sugianto Sabran meyakini pemindahan ibu kota pemerintahan dapat
mengurangi beban Jakarta yang sudah terlalu padat. Pengamat kebijakan publik
dari Universitas Paramadina, Muhamad Ikhsan, menilai ada beberapa faktor utama
yang membuat beban Jakarta semakin berat.
"Jakarta itu kota
yang rawan bencana alam dan manusia. Banjir dan ledakan populasi penduduk
terutama di daerah penyangga. Lalu tidak ada antisipasi yang benar-benar serius
di masa lalu. Sementara Jakarta harus jadi representasi Indonesia, jadi ibu
kota bukan hal sederhana," kata Ikhsan, Rabu (11/01).
Menurutnya, sebagai pusat
pemerintahan dan bisnis, DKI Jakarta adalah daerah paling vital di Indonesia.
Namun, permasalahan yang begitu kompleks menghambat Jakarta untuk menjalankan
peran-perannya.
"Masyarakat boleh
saja berharap, tetapi harus tetap dengan akal sehat. Pemimpin bagus dan dana
besar yang dimiliki tetap akan sulit selesaikan masalah. Ini sudah terlalu
mengakar. Saya belum ketemu hitungannya persoalan bisa selesai dalam sepuluh
tahun," katanya.

Komentar
Posting Komentar