Peringatan tegas kepada penyeludupan narkoba atau sabu
Peringatan tegas kepada
penyeludupan narkoba atau sabu
Beritaterkinidanterupdate.com
- Polisi berhasil mengungkap upaya penyelundupan sabu seberat
satu ton melalui Anyer, Banten, pada Jumat lalu. Demikian juga 44 kilogram sabu dari
Malaysia yang berhasil digagalkan di Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sumatera
Utara, Sabtu kemarin. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan peringatan
kepada warga negara asing untuk tidak membawa barang haram tersebut untuk masuk
ke Indonesia.
Menurutnya, penanganan kasus narkoba merupakan penanganan global yang tidak hanya terjadi di Indonesia. Ia menyebutkan, pihak kepolisian akan menindak dengan tegas dengan memotong suplai narkotika.
Dia mengatakan jika bandar-bandar narkoba sudah bisa melakukan perlawanan, maka akan diberikan tindakan tegas. Selain itu, Tito menyebutkan pihaknya juga bekerjasama dengan stakeholder lain untuk memotong perdagangan narkoba.
Menurutnya, kasus ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah, masyarakat serta kepolisian bahwa jalur perairan di Indonesia masih sangat longgar. Apalagi, kapal yang menyelundupkan sabu tersebut melalui jalur sentral dari Taiwan menuju Natuna, Bangka dan Anyer.
"Kita bekerja sama dengan masyarakat. Ini bukan hanya kerja pemerintah. Kasus ini juga jadi peringatan bagi kita. Kapal ini berangkat dari Taiwan. Lewat jalur laut. Mereka menggunakan kapal pesiar. Menembus perairan Indonesia, kok bisa terdeteksi dari kita? Ini peringatan bagi kita," pungkasnya.
Menurutnya, penanganan kasus narkoba merupakan penanganan global yang tidak hanya terjadi di Indonesia. Ia menyebutkan, pihak kepolisian akan menindak dengan tegas dengan memotong suplai narkotika.
Dia mengatakan jika bandar-bandar narkoba sudah bisa melakukan perlawanan, maka akan diberikan tindakan tegas. Selain itu, Tito menyebutkan pihaknya juga bekerjasama dengan stakeholder lain untuk memotong perdagangan narkoba.
Menurutnya, kasus ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah, masyarakat serta kepolisian bahwa jalur perairan di Indonesia masih sangat longgar. Apalagi, kapal yang menyelundupkan sabu tersebut melalui jalur sentral dari Taiwan menuju Natuna, Bangka dan Anyer.
"Kita bekerja sama dengan masyarakat. Ini bukan hanya kerja pemerintah. Kasus ini juga jadi peringatan bagi kita. Kapal ini berangkat dari Taiwan. Lewat jalur laut. Mereka menggunakan kapal pesiar. Menembus perairan Indonesia, kok bisa terdeteksi dari kita? Ini peringatan bagi kita," pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar