Nenek dan dua cucunya tewas terpanggang

Nenek dan dua cucunya tewas terpanggang

 

Kisah sedih terjadi di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Kebakaran rumah diduga akibat arus pendek listrik melanda di rumah warga. Seorang nenek dan dua cucunya, tidak sempat menyelamatkan diri hingga meninggal dunia dalam peristiwa itu.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Hendri Posma Lubis mengatakan, kejadian itu pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, di Jalan Lancang Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir. Pemilik rumah Paiman yang pada saat itu tidak di rumah karena pergi berjualan bersama istrinya Sri Muhibah.

Sedangkan satu mertuanya dan empat anaknya berada di rumah yakni Pardiah mertua Paiman dan Desi Manda Sari, Khoirotun Nisa, Indah Sari, dan Iqbal.

Kronologisnya saat itu Desi terbangun dari tidur dikarenakan lampu listrik padam. Desi mendengar suara letusan di ruang televisi keluar dari kamarnya dan melihat sudah dalam keadaan terbakar.

Selanjutnya Desi berteriak berusaha membangunkan neneknya (Pardiah) dan adik-adiknya. Pada saat korban tewas Pardiah melihat api di ruang televisi, spontan nenek itu pergi ke kamar mandi mengambil air untuk memadamkan nyala api tersebut

Khoirotun Nisa dan Indah Sari juga ikut membantu memadamkan api. Tapi api semakin besar Desi mengajak para korban agar segera keluar dari rumah, namun tidak dipedulikan tiga orang tersebut.

Desi bersama adik laki-lakinya Iqbal keluar dari rumah melalui pintu depan. Desi meminta bantuan dari warga sekitar untuk membantu memadamkan nyala api, namun semakin membesar dan membakar habis rumah tersebut.

Sekitar pukul 05.00 WIB api dapat dipadamkan dengan bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran dan bantuan warga sekitar. Ketiga korban meninggal dunia dibawa ke Puskesmas Bagan Batu untuk divisum. Pada pukul 07.00 WIB ketiga korban dibawa keluarganya ke rumah dikebumikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayu ditangkap karena menjual gadis ke pria hidung belang

Faris ditangkap karena cabuli adik sepupu

Ibu bayi kembar 3 terpaksa ditahan dirumah sakit karena tidak punya uang